Cari Blog Ini

News Islam Do'a Dan Surat Bacaan Sholat Dhuha

Tanya: Alhamdulillah, saya sudah rutin melaksanakan shalat Dhuha. Dalam melaksanakan shalat tersebut, saya biasa membaca surat "Hal ataa alal insaani" (surat Al Insan) pada rakaat pertama dan kedua alasannya dalam surat tersebut menyebutkan keadaan-keadaan penduduk surga, dan saya berharap menjadi penghuninya. Adapun di rakaat ketiga, saya biasa membaca surat Adh Dhuha alasannya shalat tersebut yakni shalat Dhuha. Sedangkan pada rakaat keempat, saya biasa membaca surat Al Ikhlas alasannya di dalamnya terdapat sifat Tuhan yang mulia yang tidak ada yang setara dengan-Nya dalam sifat-sifat tersebut. Apakah boleh saya merutinkan membaca ibarat tadi ataukah hal tersebut termasuk amalan yang jauh dari tuntunan Islam yang mesti ditinggalkan?
Jawab:
Alhamdulillah. Yang afdhol, hendaklah engkau tidak rutin membaca surat semacam itu. Karena amalan semacam itu tidak ada dasarnya, tidak ada dalilnya. Bahkan seolah-olah membaca semacam itu sanggup dianggap ibarat sesuatu yang wajib. Hendaknya engkau membaca surat yang satu kadang-kadang, begitu pula dengan surat lainnya dan janganlah membaca surat-surat itu saja.
Perlu diketahui bahwa surat Dhuha tidaklah menjadi tuntunan dibaca saat itu alasannya Tuhan bersumpah dengan waktu Dhuha dalam surat tersebut yakni sesuatu yang lain yang berbeda dengan shalat Dhuha. Dan ingatlah bahwa Tuhan bersumpah sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki dari makhluk-makhluk-Nya.
Boleh saja bagi seorang mukmin menentukan sebagian surat atau sebagian ayat yang nanti ia baca, akan tetapi ia patut ia yakini bahwa hal tersebut bukanlah suatu yang harus saat itu. Kaprikornus ia pun masih membolehkan saat itu untuk membaca surat lainnya, maka keyakinan ibarat ini tidak masalah. Akan tetapi, yang utama baginya yakni tidak merutinkan membaca surat tersebut. Yang patut ia lakukan yakni membaca surat tersebut adakala dan membaca surat lainnya juga sehingga tidak hingga dianggap sebagai sesuatu yang diperintahkan. Perlu diketahui pula bahwa jikalau seorang muslim sudah terbiasa melaksanakan sesuatu maka ia akan sulit meninggalkannya.
Adapun surat Al Ikhlas (Qul huwallahu ahad) memang mempunyai keistimewaan. Jika seseorang membaca surat tersebut alasannya mengasihi surat tersebut alasannya di dalamnya terdapat sifat-sifat Allah, maka ia dibutuhkan mendapat kebaikan yang banyak. Terdapat hadits shahih yang menjelaskan bahwa sebagian sahabat biasa membaca surat tersebut saat mengimami orang lain. Lalu sebagian sahabat heran dan menanyakan padanya, "Mengapa engkau biasa dan mencukupkan dengan surat Al Ikhlas?" Ia pun menjawab, "Karena surat Al Ikhlas yakni sifat Ar Rahman (yaitu Allah) dan saya suka untuk membacanya." Akhirnya gosip orang tadi hingga pada Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Beliau pun bersabda, "Kabarkan pada orang tadi bahwa Tuhan betul mencintainya." Atau dalam lafadz lain dikatakan, "Kecintaanmu pada surat Al Ikhlas akan membuatmu masuk dalam surga."
Jika seseorang membaca surat Al Ikhlas dengan maksud demikian atau membaca ayat-ayat yang membicarakan nirwana untuk memohon kebahagiaan di nirwana atau membaca ayat-ayat wacana neraka untukk berlindung darinya, maka ini yakni suatu kebaikan. Akan tetapi, lebih baik ibarat ini tidak dijadikan kebiasaan. Yang tepat, bacalah surat tersebut kadang-kadang, janganlah merutinkan membaca suatu surat yang seharusnya tidak dijadikan rutinitas.
Satu lagi yang perlu ditambahkan. Ingatlah bahwa shalat Dhuha paling sedikit dikerjakan dua rakaat. Jika ingin ditambah, maka kerjakanlah dua rakaat salam, dua rakaat salam dan dua rakaat salam. Janganlah dikerjakan empat rakaat sekaligus lalu salam. Yang paling afdhol yakni mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat salam, dua rakaat salam. Dasarnya yakni sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam, "Shalat (sunnah) di malam dan siang hari yakni dua rakaat (salam), dua rakaat (salam)." Nabi shallallahu alaihi wa sallam pun biasa mengerjakan shalat sunnah di malam dan di siang hari dengan dua rakaat salam. Oleh karenanya, yang paling afdhol yakni engkau mengerjakan shalat tersebut dua rakaat salam sebagaimana mengikuti perbuatan Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan juga mengamalkan sabda beliau, "Shalat (sunnah) di malam dan siang hari yakni dua rakaat (salam), dua rakaat (salam)". Mengenai embel-embel "siang hari" dalam hadits tersebut yakni embel-embel yang dinilai tidak duduk kasus berdasarkan kebanyakan pakar hadits.
[Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz, Fatawa Nur alad Darb 2/875]
Tanya:
Wahai Syaikh, apakah doa ini yakni doa yang shahih dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang dibaca saat shalat Dhuha,
اللَّهُمَّ إنَّ الضُّحَى ضَحَاؤُك وَالْبَهَا بَهَاؤُك وَالْجَمَالُ جَمَالُك وَالْقُوَّةُ قُوَّتُك وَالْقُدْرَةُ قُدْرَتُك وَالْعِصْمَةُ عِصْمَتُك
"Allahumma innadhuha dhuha-uka, wal bahaa baha-uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ismata ismatuka"?
Jawab:
Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ala Rosulillah wa ala alihi wa shohbih, amma badu:
Doa ini disebutkan oleh Asy Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan Ad Dimyathi dalam Ianatuth Tholibiin, namun doa ini tidak dikatakan sebagai hadits. Kami pun tidak menemukan dalam banyak sekali kitab yang menyandarkan doa ini sebagai hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Wallahu alam.
[Fatwa Mufti Markaz Al Fatawa – Asy Syabkah Al Islamiyah, Dr Abdullah Al Faqih, Fatwa no. 53488, 1 Syaban 1425]
Kesimpulannya: Doa di atas bukanlah doa yang asalnya dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Intinya, tidak ada doa khusus yang dibaca saat itu. Wallahu alam.
Muhammad Abduh Tuasikal
Tag : Doa
0 Komentar untuk "News Islam Do'a Dan Surat Bacaan Sholat Dhuha"

Back To Top