Cari Blog Ini

News Islam Doa Seorang Calon Pengantin

DETK ISLAMI RENUNGAN - Kalaulah ada cerita di zaman dahulu bahwa ada satu orang di antara tiga orang yang sanggup bertawasul dengan amalannya untuk sanggup membuka kerikil yang menghimpit pintu gua, maka saya tertarik dengan tawasulnya. Demi untuk menghindari zina dengan wanita yang diberinya uang dengan tebusan tubuhnya walaupun ia gampang melakukannya.

Kalaulah ada cerita wacana ijab kabul dan syarat maharnya, maka cerita Ummu Sulaim yang merelakan keIslaman Abu Tholhah ialah sungguh mengharukan. Dan juga kesederhanaan Ali ra menikahi Fathimah dengan baju besinya.

Saksikanlah ya Robbi, saya pun ingin menjadi Ummu Sulim dan Fathimah. Keduanya tidak mensyaratkan emas dan berlian sebagai penebusan kehalalan calon suami menyentuh tubuhnya.
Cukup dengan hafalan surat Ar-Rahman dan tafsir Ibnu kastir. Itupun masih dengan keringanan, tafsirnya boleh dicicil sehabis kami menikah nanti.


Saksikanlah ya Robbi…aku pun ingin mencontoh sang lelaki yang terjebak di gua tadi. Aku pun ingin bertawasul dengan upayaku untuk menghindari zina. Walapun peluang ke sana sangat mungkin.

Banyak lelaki yang mengincarku semenjak wajahku memancarkan pesonanya di dingklik SMA. Tapi saya takut untuk pacaran. Aku bertekad bahwa cinta yang satu itu hanya kuberikan pada lelaki yang halal untuk memuaskan libidoku dan menjadi salah satu pembuka jalan menggapai surga-Mu

Maka ketika kuputuskan sehabis hari-hari berkonsultasi dalam sujud-sujud istikharah 3 bulan yang kemudian untuk mengucapkan “ya”, saya berusaha untuk tidak menerima murka-Mu, dengan berlama-lama dalam waktu atau menunda-nundanya, sehingga terjebak dalam rimba cinta tanpa status dan fitnah dunia.

Pun ku berusaha menangkis serangan kata-kata romantisnya untuk ditunda hingga ketika beliau mengucapkan “qobiltu nikahaha…” (kuterima nikahnya).

Maaf ya Allah, kalau hari ini saya harus banjir air mata, ketika saya gres sanggup menjawab pertanyaan orangtuaku, “Kamu punya uang tho untuk menikah?”. “Ya insya Tuhan diusahakan dan mohon waktunya.”

Walaupun saya tahu kini hanya beberapa lembar puluhan ribu hasil sisa kas bon di daerah kerjaku yang kupersiapkan untuk bekal sisa bulan ini. “Pokoknya minimal belasan juta harus ada lho, ya”, begitu bunyi ibu di seberang memberi batas minimal dana yang harus kusediakan.

Ya…Rozak saya yakin Engkau Maha kaya untuk tidak hingga membuatku merepotkan kedua orangtuaku, membebani saudara-saudaraku atau mengemis pada sesuatu selain-Mu.

Aku masih percaya ya Allah…kalau ijab kabul ini juga sebagai upaya menolong agama-Mu, maka hamba yakin engkau mau menolongku. Hamba masih yakin dengan hadist Qudsi yang berbunyi “Bahwa Tuhan aib kalau tidak mengabulkan undangan hamba-Nya yang menengadahkan tangan di sepertiga malam terakhir”.
Aku tidak ingin berujung pada keputusasaan.

Ya Rahman..ya Rahim…Jika memang ijab kabul ini akan semakin menciptakan Engkau meridhaiku, maka mudahkan dan lancarkan. Dan satukanlah kami dam jalinan kasih yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Amien.
0 Komentar untuk "News Islam Doa Seorang Calon Pengantin"

Back To Top