Cari Blog Ini

News Islam Jin Tidak Mengetahui Urusan Ghaib

Jin Tidak Mengetahui Urusan Ghaib


DETIK ISLAMI - ALLAH SWT menundukkan jin-jin kepada Nabi-nya, yaitu Sulaiman as. Pada waktu Nabi Sulaiman meninggal, dia masih dalam keadaan bangun (bersandar pada tongkat) hingga hewan-hewan di bumi yang melata (rayap) memakan tongkat Nabi Sulaiman.

Semua itu terjadi dan jin tidak tahu akan meninggalnya Nabi Sulaiman. Oleh karena itu, Tuhan berfirman: “Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang memperlihatkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa jikalau sekiranya mereka mengetahui yang gaib, tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan.” (QS. Saba’ [34] : 14).

Dahulu, jin-jin mencuri isu dari langit, kemudian pada dikala Rasulullah diutus menjadi Rasul, penjagaan terhadap langit diperketat, dan sedikit sekali jin-jin yang sanggup menguping atau mencuri isu sehabis itu, maka dari itu, salah besarlah anggapan bahwa jin-jin dan orang-orang yang tiba kepada jin, yang terdiri dari dukun dan paranormal, mengetahui hal yang gaib.


Tuhan berfirman: “(Dia yaitu Tuhan) yang mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun perihal yang mistik itu kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.” (QS. Al-Jin [72] : 26-27) dan Tuhan berfirman: “Katakanlah, “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui kasus yang mistik kecuali Allah.” (QS. An-Naml [27] : 65)

Ayat- ayat lain yang menyebutkan perihal hal ini ada banyak sekali. Tidak diperbolehkan menanyai atau membenarkan ucapan mereka (para dukun) dalam menawarkan komentar perihal hal gaib.
Dalam sebuah hadits disebutkan, “Barangsiapa mendatangi seorang dukun, kemudian menanyainya perihal sesuatu, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari.”

Adapun menanyai dukun atau paranormal dengan tujuan menguji mereka, maka hukumnya yaitu boleh. Dasarnya, Nabi Muhammad Saw pernah bertanya kepada Ibnu Shayyad, “Tahukah engkau apa yang mendatangimu?” ia menjawab, “Telah tiba kepadaku orang yang jujur dan pembohong.” Beliau bertanya lagi, “Apa yang engkau lihat?” ia menjawab, “Aku melihat singgasana yang berada di atas air.” Rasulullah bersabda lagi, “Sesungguhnya saya menyembunyikan sesuatu terhadap dirimu.” Ia menukas, “Weleh-weleh.” Rasulullah bersabda, “Enyahlah engkau! Kau tidak akan bisa melampaui batas kemampuanmu. Engkau termasuk saudara para dukun.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Para dukun yaitu utusan para setan, sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Taimiyah bahwa terkadang ucapan para dukun yaitu benar, dan inilah yang terkadang dipakai untuk mempengaruhi seseorang.
Kebenaran mereka terkadang disebabkan oleh ucapan mereka yang bersifat umum dan global seperti, “Akan terjadi sebuah kejutan terhadapmu.” Lalu tidak usang kemudian terjadilah kejutan terhadap orang tersebut.

Kebenaran mereka terkadang berasal dari firasat dan perjuangan menghubungkan muqaddimah (sebab) dengan natijah (akibat) dan lain sebagainya. Kalimat-kalimat yang benar tersebut (yang diucapkan oleh dukun) berasal dari kabar langit yang telah dicuri oleh jin.

Dalam Shahiih Al-Bukhari dan Muslim serta Musnad Ahmad, diriwayatkan bahwa Aisyah ra berkata, “Rasulullah pernah ditanya oleh beberapa sahabat perihal perihal para dukun, kemudian Rasulullah menjawab. “Mereka bukanlah apa-apa.” Setelah itu, mereka berkata, “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya mereka (dukun-dukun) itu menyampaikan sesuatu yang benar (terjadi).” Rasulullah menjawab, “Kalimat yang benar tersebut yaitu kalimat yang dicuri oleh jin, kemudian jin membisikkannya ke pendengaran teman-temannya (para dukun), dan mereka mencampurkan ke dalam kalimat tersebut lebih dari seratus kebohongan.”

Manusia yaitu (makhluk) yang gampang lupa, sehingga ia melupakan seratus kebohongan dan hanya ingat satu kebenaran ucapan dukun.
Terkadang, dukun menyampaikan begini-begini, kemudian terjadilah sebagaimana yang ia katakan. Betapa banyaknya ratifikasi mengetahui hal yang mistik di zaman kita kini ini berasal dari orang-orang yang dipermainkan oleh setan.

Yang wajib bagi kita yaitu menghilangkan kesesatan ini dan menjelaskan kebenaran kepada mereka (para dukun), serta mencegah mereka mengembangkan takhayul mereka di banyak sekali surat kabar dan majalah, guna menghentikan kebatilan mereka serta menolak kejelekan dan kerusakan, sesuai dengan kemampuan kita.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim disebutkan, “Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan memakai tangannya, dan apabila tidak bisa maka dengan hatinya, dan hal [yang terakhir] ini yaitu selemah-lemahnya iman.
Dalam kitab As-Sunan, ada hadits Abu Bakar Ash-Shidiq ra dari Nabi Muhammad Saw sebetulnya dia bersabda, “Sesungguhnya apabila insan melihat kemungkaran, dan mereka tidak mengubah atau menindaknya, maka kepada mereka semua tanpa kecuali, pasti Tuhan akan segera menimpakan jawaban atau siksa karena kemungkaran tersebut.” []
________
Diasuh oleh Oleh: Yudhistira Adi Maulana, Penggagas rumah sehat Bekam Ruqyah Centre Purwakarta yang berasaskan pengobatan Thibbunnabawi. Alamat: Jl. Veteran No. 106, Kebon Kolot Purwakarta, Jawa Barat, Telf. 0264-205794. Untuk pertanyaan bisa melalui SMS 0817 920 7630 atau PIN BB  26A D4A 15.
0 Komentar untuk "News Islam Jin Tidak Mengetahui Urusan Ghaib"

Back To Top