- News
(menit-islam.blogspot.co.id/) Sore hari, dikala kami stand-by di klinik, tiba-tiba saja tiba dua orang pemuda. Seorang di antaranya menggunakan baju tentara. Ia mengantarkan temannya yang menderita demam. Dari informasi petugas klinik lainnya, kami tahu bahwa orang berbaju tentara itu yakni mantan tentara Bashar Asad yang kini membelot untuk bergabung bersama gerilyawan. Sembari menunggu jadwal investigasi temannya, kami mengajaknya bincang-bincang sejenak. Berikut petikan wawancara kami.
Bisa Anda perkenalkan diri?
Nama saya Muhammad. Usia 21 tahun. Saya dulu tentara pemerintah Bashar Assad dengan pangkat gres bintara, bertugas di Aleppo. Saya Sunni.
Mengapa Anda waktu itu bergabung dengan tentara Assad yang dikuasai kaum Alawiyin/Nushairiyah?
Ya, waktu itu saya ingin menjadi tentara saja. Tidak ada tendensi apa-apa selain menjalani kehidupan insan normal sebagai tentara. Itu saja.
Sejak kapan Anda membelot?
Lima bulan lalu.
Sebabnya?
Saya tidak tahan dengan kedzaliman yang saya saksikan di depan mata kepala saya sendiri. Saya dihentikan shalat, dihentikan shaum. Kami, para tentara diperintah untuk membunuh warga sendiri. Kalau tidak mau membunuh, kami dihukum.
Anda pernah membunuh kaum Muslim?
Alhamdulillah tidak. Saya kebetulan bertugas menjaga markas.
Bagaimana cara Anda melarikan diri dari kesatuan?
Waktu itu bersama dengan 21 sahabat saya lainnya mengajukan cuti. Habis itu tidak kembali, dan kami bergabung dengan Jaisyul Hurr (Tentara Pembebasan).
Bagaimana nasib keluarga Anda ketika diketahui Anda membelot? Bukankah Assad dikenal menghabisi keluarga musuh-musuhnya?
Untuk beberapa bulan ini pemerintah tidak mungkin dapat menyidik satu per satu tentara yang membelot untuk kemudian menemukan keluarganya. Jumlah pasukan yang membelot sangat banyak. Sementara mereka kekurangan orang yang bertugas mencari-cari data keluarga pembelot.
Tentara Bashar Assad begitu kejam membunuhi rakyatnya. Apa spirit yang dipompakan kepada mereka sehingga dapat berlaku sekejam itu?
Kami selalu ditekankan bahwa yang kami lawan yakni teroris.
Meski fakta di lapangan yang dibunuh yakni perempuan dan anak-anak?
Ya, benar. Prinsip yang selalu ditekankan kepada kami adalah: habisi mereka dahulu sebelum engkau dihabisi mereka.
Kabarnya Bashar Assad disupport tenaga tempur dari Iran dan Rusia?
Ya, benar. Orang-orang Iran dan Rusia memegang kiprah strategis dalam perang ini, menyerupai menerbangkan pesawat tempur dan menembakkan roket. Selain itu, juga disupport tenaga tempur dari Hizbullah (Lebanon) dan Jaisy Al-Mahdi.
Catatan: mitra Muhammad menambahkan kaum Alawiyin dari Turki juga bergabung dengan tentara Bashar Asad.
Apa motivasi mereka membantu Bashar Assad?
Kalau orang-orang Iran, mereka menganggap ini sebagai jihad. Kalau mereka mati, mereka yakin mati syahid.
Di antara pasukan Bashar ada yang mengaku sebagai orang Islam. Bahkan tentara Iran meniatkan perang sebagai jihad. Apakah dikala berperang juga kalian bertakbir sebagaimana para gerilyawan?
Tidak ada takbir sama sekali. Yang ada hanya rasa takut yang mencekam.
Menurut pengamatan Anda, berapa usang Bashar Assad akan mampu bertahan?
Hmm…paling sekitar 3 bulan.
Alasannya?
Anda dapat lihat sendiri banyak tempat sudah dikuasai Jaisul Khurr. Tentara pemerintah kini dalam kondisi terkepun, menyerupai di Idlib dan Aleppo.
Pertanyaan terakhir. Apa tujuan Anda ikut memerangi Bashar Asad, apakah untuk kebebasan, demokrasi, atau … ?
Tidak. Kami memerangi Bashar Asad alasannya yakni ingin menegakkan aturan Allah.
[AS/AY, Tim Ketiga Relawan Kemanusiaan HASI Suriah]
(menit-islam.blogspot.co.id/) Sore hari, dikala kami stand-by di klinik, tiba-tiba saja tiba dua orang pemuda. Seorang di antaranya menggunakan baju tentara. Ia mengantarkan temannya yang menderita demam. Dari informasi petugas klinik lainnya, kami tahu bahwa orang berbaju tentara itu yakni mantan tentara Bashar Asad yang kini membelot untuk bergabung bersama gerilyawan. Sembari menunggu jadwal investigasi temannya, kami mengajaknya bincang-bincang sejenak. Berikut petikan wawancara kami.
Bisa Anda perkenalkan diri?
Nama saya Muhammad. Usia 21 tahun. Saya dulu tentara pemerintah Bashar Assad dengan pangkat gres bintara, bertugas di Aleppo. Saya Sunni.
Mengapa Anda waktu itu bergabung dengan tentara Assad yang dikuasai kaum Alawiyin/Nushairiyah?
Ya, waktu itu saya ingin menjadi tentara saja. Tidak ada tendensi apa-apa selain menjalani kehidupan insan normal sebagai tentara. Itu saja.
Sejak kapan Anda membelot?
Lima bulan lalu.
Sebabnya?
Saya tidak tahan dengan kedzaliman yang saya saksikan di depan mata kepala saya sendiri. Saya dihentikan shalat, dihentikan shaum. Kami, para tentara diperintah untuk membunuh warga sendiri. Kalau tidak mau membunuh, kami dihukum.
Anda pernah membunuh kaum Muslim?
Alhamdulillah tidak. Saya kebetulan bertugas menjaga markas.
Bagaimana cara Anda melarikan diri dari kesatuan?
Waktu itu bersama dengan 21 sahabat saya lainnya mengajukan cuti. Habis itu tidak kembali, dan kami bergabung dengan Jaisyul Hurr (Tentara Pembebasan).
Bagaimana nasib keluarga Anda ketika diketahui Anda membelot? Bukankah Assad dikenal menghabisi keluarga musuh-musuhnya?
Untuk beberapa bulan ini pemerintah tidak mungkin dapat menyidik satu per satu tentara yang membelot untuk kemudian menemukan keluarganya. Jumlah pasukan yang membelot sangat banyak. Sementara mereka kekurangan orang yang bertugas mencari-cari data keluarga pembelot.
Tentara Bashar Assad begitu kejam membunuhi rakyatnya. Apa spirit yang dipompakan kepada mereka sehingga dapat berlaku sekejam itu?
Kami selalu ditekankan bahwa yang kami lawan yakni teroris.
Meski fakta di lapangan yang dibunuh yakni perempuan dan anak-anak?
Ya, benar. Prinsip yang selalu ditekankan kepada kami adalah: habisi mereka dahulu sebelum engkau dihabisi mereka.
Kabarnya Bashar Assad disupport tenaga tempur dari Iran dan Rusia?
Ya, benar. Orang-orang Iran dan Rusia memegang kiprah strategis dalam perang ini, menyerupai menerbangkan pesawat tempur dan menembakkan roket. Selain itu, juga disupport tenaga tempur dari Hizbullah (Lebanon) dan Jaisy Al-Mahdi.
Catatan: mitra Muhammad menambahkan kaum Alawiyin dari Turki juga bergabung dengan tentara Bashar Asad.
Apa motivasi mereka membantu Bashar Assad?
Kalau orang-orang Iran, mereka menganggap ini sebagai jihad. Kalau mereka mati, mereka yakin mati syahid.
Di antara pasukan Bashar ada yang mengaku sebagai orang Islam. Bahkan tentara Iran meniatkan perang sebagai jihad. Apakah dikala berperang juga kalian bertakbir sebagaimana para gerilyawan?
Tidak ada takbir sama sekali. Yang ada hanya rasa takut yang mencekam.
Menurut pengamatan Anda, berapa usang Bashar Assad akan mampu bertahan?
Hmm…paling sekitar 3 bulan.
Alasannya?
Anda dapat lihat sendiri banyak tempat sudah dikuasai Jaisul Khurr. Tentara pemerintah kini dalam kondisi terkepun, menyerupai di Idlib dan Aleppo.
Pertanyaan terakhir. Apa tujuan Anda ikut memerangi Bashar Asad, apakah untuk kebebasan, demokrasi, atau … ?
Tidak. Kami memerangi Bashar Asad alasannya yakni ingin menegakkan aturan Allah.
[AS/AY, Tim Ketiga Relawan Kemanusiaan HASI Suriah]
Tag :
Mancanegara,
News

0 Komentar untuk "News Islam Mantan Tentara Bashar Al Assad: ‘Kami Ingin Aturan Allah Tegak’"