Untukmu wahai sahabatku
Tegurlah Aku dikala Aku mulai salah
Untukmu wahai sahabatku
Aku tak memintamu menjadi penerang disetiap malamku
Karena cukup bagimu menjadi sebuah lentera kecil
dikala saya mulai bosan dengan kegelapan
Akupun tak perlu komitmen manismu slalu terdengar ditelingaku
Karena akupun sadar tidak dapat menjanjikan yang cantik untukmu
Mungkin Aku takkan pernah dapat menjanjikan suatu hal yang indah untukmu
Seperti halnya sang mentari
Yang berjanji akan kembali bersinar di esok hari
Seperti sang rembulan
Yang akan bersinar ditengah malam menjelang
Ataupun menyerupai Sang pelangi
Yang berjanji mengias awan sepeninggal hujan
Cukuplah bagiku menjadi satu bintang
Yang selalu ada danbersinar
Meski terkadang sinarnya tak cukup menerangkan
Untukmu wahai sahabtku..
Berjanjilah kepadaku..
Ketika Aku mulai meredupkan sinarku
Ketika mataku mulai tak dapat jauh memandangmu
Ketika kaki-kaki ku ini mulai tak cukup kuat
Menopang ragaku sendiri
Dan dikala lidahku mulai kaku untuk menyampaikan kepadamu
Bahwa saya selalu mendoakanmu
Meski di hari esok Aku tak dapat lagi menemanimu
Sahabat berjanjilah kepadaku..
Jangan Pernah sesali setiap tetes air mata yang kita jatuhkan bersama..
Dan jangan pernah sesali jabatan tangan dikala awal kita bertemu..
Untukmu wahai sahabatku..
Jika hari esok saya benar-benar meninggalkanmu..
Aku ingin engkau berjanji..
Jangan pernah tangisi kepergianku
Sedikitpun Aku tak mau kamu menangis karenaku,,
Hanya sedikit pintaku,,
Semoga Tuhan mengizinkaku melihatmu ditengah pemakamanku
Wahai engkau sahabatku
Jangan pernah jatuhkan air matamu diatas kuburku
Meski Aku tahu kesedihanmu alasannya yaitu kepergianku
Tapi sekali lagi ku katakan kepadamu
Bahwa Aku akan lebih duka melihatmu menangisiku
Wahai engkau sahabatku.,,
Jika Aku benar-benar Pergi meninggalkanmu
Jangan pernah kenang diriku dengan megahnya pesta Dunia
Cukup Kenanglah diriku dengan doa-doa baikmu untuku,,
Wahai engkau sahabatku..
Izinkan saya Meninggalkanmu
Karena kini , besok ataupun nanti,,
Meski kita Berpisah,,
Jagalah persahabatan kita Hingga datang waktumu bertemu dengan ku
Puisi di karang dan ditulis oleh Ruli , Rulionly
Tag :
Dari Anda,
Renungan harian

0 Komentar untuk "News Islam Puisi Renungan : Surat Calon Jenazah Untuk Sahabat"